Sabtu, 14 Januari 2012

Perjalanan Ke Masa Depan.



Dari berbagai Aspek, masih sangat mungkin manusia melakukan perjalanan waktu,, nah sekarang kita coba melihat dari aspek sains terlebih dahulu.

Menurut Sudut Pandang Sains
Menurut Einstein melalui teori Relativitas Umum dan Khusus menyebutkan semakin besar kecepatan gerak suatu benda atau partikel, waktu akan berjalan semakin lambat bagi benda atau partikel tersebut. Dan apabila kecepatan sebuah obyek mendekati kecepatan cahaya, waktu otomatis berjalan sangat lambat terhadap objek tersebut.



Contoh : " apabila hari ini saya berangkat ke ujung tata surya dengan kecepatan tinggi dan memakan waktu pulang pergi selama 2 tahun,, maka setelah saya sampai di bumi, waktu telah berjalan selama 20 tahun,." apakah masuk akal?? ya namun yang menjadi permasalahannya manusia belum dapat membuat kendaraan supercepat untuk membawa tubuh manusia.


SUDUT PANDANG AGAMA
namun einstein mungkin tidak tahu bahwa manusia tidak hanya terdiri dari tubuh saja, tapi juga terdiri dari Ruh, karena tanpa ruh tubuh bagaikan HP tanpa baterai,, Sifat ruh hampir serupa dengan gelombang listrik/elektro magnetik, tidak terlihat tapi dapat dirasakan, qta pada zaman modern tidak bisa menyangkal bahwa "SESUATU YANG TIDAK TERLIHAT BUKAN BERARTI TIDAK ADA", contohnya saat qta mengirim sms ke teman disamping qta, apakah terlihat ada amplop yang melompat dari HP qta?? tentu saja tidak, itu karena gelombang elektromagnetik dari HP qta tidak terlihat oleh mata tapi dapat diterima oleh HP tmn qta dalam bentuk gelombang dan diubah menjadi huruf2 sms di layar HP tmn qta. Begitu jga dengan Ruh,, tidak mungkin qta melihat ruh qta,, karena sifatnya seperti sinyal elektro magnetik yang hanya Allah yang lebih tahu mengenai hal tersebut?? lantas apa hubungannya Ruh dengan perjalanan waktu yang sedang qta bahas??







Mungkin saat ini manusia tidak dapat melakukan perjalanan waktu secara signifikan karena belum ada kendaraan supercepat yang dapat membawa manusia,, namun bagaimana dengan ruh qta?? ya jika anda sependapat dengan saya kadang ruh qta menjelajah masa depan,, karena ruh mampu bergerak sangat cepat tanpa dipengaruhi oleh gravitasi,, dan dengan izin allah qta dapat menembus waktu ke masa depan,, saat ruh qta pulang ke tubuh qta, otak akan memvisualisasikan pengalaman qta tadi melalui mimpi,, itulah alasan mengapa kadang qta merasa pernah ke suatu tempat pdahal qta belum pernah ke tempat tersebut,, atau singkat kata, qta memimpikan masa depan,, mungkin saat itu ruh qta melakukan gerakan super cepat setara dengan kecepatan cahaya dan dengan tidak sengaja terlempar ke suatu dimensi waktu.

dalam alqur'an tertulis bahwa :

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)



Akhir kata, mungkin manusia belum dapat menciptakan alat yang mampu membawa serta tubuh qta ke masa depan,, namun ruh qta pernah melakukannya di alam mimpi, itulah yang biasa qta sebut dengan "DE JAVU", atau perasaan pernah ke masa depan, karena ruh mampu bergerak sangat cepat sehingga dengan tidak sengaja dapat melintas dimensi waktu menuju masa depan.



TULISAN DIATAS ADALAH MURNI DARI SUDUT PANDANG PENULIS BENAR ATAU TIDAKNYA TERGANTUNG DARI SUDUT PANDANG PEMBACA

1 komentar:

  1. Entah knapa saya suka sekali membaca teori2 tentang Relatifitas... dan menyryt saya tulisan anda cukup masuk akal.. Allahua'lam..

    BalasHapus