Senin, 28 November 2016

Barong

Tarian barong di bali merupakan salah satu tarian tradisional di indonesia yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Merupakan simbolik dari peperangan antara kekuatan baik yang diwakili oleh Barong yang berbentuk singa melawan kekuatan jahat yang diwakili oleh Rangda yang berbentuk Leak.
Alkisah, pada abad ke 11 di pulau bali, terjadi konflik di keluarga kerajaan antara Ibunda raja Airlangga yang bernama Ratu Mahendraratta melawan Raja bali Udayana suaminya sendiri. Raja Udayana murka kepada Istrinya karena mempelajari Ilmu Hitam. Raja Udayana pun menceraikan Ratu Mahendradatta.

Sachi Parere

Brazil adalah negara jajahan Portugis sejak awal abad ke 16, seperti halnya negara jajahan lain, seringkali terjadi pertukaran kebudayaan dari negara penjajah dan negara yang dijajah. Banyak pendatang dari negara koloni portugis di tempatkan di Brazil, termasuk budak-budak dari afrika yang didatangkan khusus untuk membantu pertanian disana.
Namun tidak jarang, budak-budak dari negara lain membawa berbagai macam cerita rakyat dari tempat asal mereka, dan cerita tersebut diadaptasi oleh masyarakat brazil dengan versi mereka salah satunya adalah Saci Parere, yakni laki-laki berkaki satu yang mempunyai topi merah ajaib.
Diceritakan bahwa di hutan-hutan brazil sering kali ditemui laki-laki dengan kaki satu ber topi merah menggenggam sebuah pipa rokok. Topi ajaib yang ia bawa berguna untuk teleportasi ketika dia sedang terdesak, maka ia akan menghilang tanpa jejak berkat kekuatan topi ajaibnya tersebut.

Kamis, 14 Juli 2016

Apa saja yang membuat Pelajar dan anak-anak Indonesia banyak yang stress.

Anda pasti pada setuju kalo anak-anak kita adalah pondasi dari kemajuan bangsa indonesia. Bagaimana tidak? Anak-anak yang ada saat ini nantinya akan jadi pemimpin bangsa. Mulai dari Presiden, panglima TNI, dan Kapolri indonesia di masa depan sekarang masih anak-anak. Tapi bagaimana jadinya jika pelajar dan anak-anak indonesia yang nanti akan mimpin negeri ini sudah mengalami stress. Bukankah mengalami stress terlalu dini untuk mereka?

Berikut beberapa penyebab stress anak indonesia

Senin, 27 Juni 2016

Siapa sebenarnya tokoh Valak dalam Film Conjuring 2?

Krak krak krak. Wanita itu berjalan menuju sebuah kamar sepasang suami istri di kediaman rumah bernomor 112 Ocean Avenue, Amityville. 
Bengs, bengs. 
Kedua pasangan itu tewas bersimbah darah. Di dalam cermin terlihat sesosok laki-laki. Dia tidak lain adalah Ronald DeFeo Junior. Itu bukanlah peristiwa nyata, melainkan sebuah vision atau penglihatan dari Lorraine Warren pada peristiwa 18 November 1974. Malam yang kelam bagi keluarga DeFeo. Ronald DeFeo Senior tewas bersama istri dan empat orang anaknya dibunuh anaknya sendiri Ronald DeFeo Junior. 
Masih didalam penglihatan Lorraine, muncul lagi sebuah cermin, dan kali ini bukan Ronald DeFeo Junior yang muncul dalam penglihatan Lorraine, melainkan sesosok biarawati yang terlihat samar dalam kegelapan. Tidak seperti biarawati pada umumnya yang terlihat anggun dengan pakaian gereja. Biarawati tersebut tampak pucat dengan kulit putih seputih kapas. Matanya tajam menatap Lorraine. Seketika Lorraine menoleh kebelakang, dan tidak ada apapun di belakangnya. Dan..
Braaaaaarrrr
Biarawati itu muncul dan menjerit di samping Lorraine hendak membunuhnya.  Lorraine kemudian berhasil disadarkan oleh Ed Warren, suaminya. 
Dikemudian hari biarawati itu adalah roh jahat dengan panggilan Valak dan menjadi Viral di sosial media karena keangkeran tokoh antagonis tersebut.
Valak dalam film Conjuring 2.

Minggu, 01 Maret 2015

Mengungkap misteri dari Fenomena Begal

Era Orde Baru, preman di tembak mati oleh kopasus sebelum mereka melakukan aksi kriminalitas dalam operasi senyap yang dinamakan petrus. Jangankan Begal, Preman pasar pun di tembak mati. Soeharto tekenal otoriter bahkan terkesan anti demokrasi ketika dia mengontrol seluruh sistem politik indonesia. Sepertinya beliau tahu betul apa efek demokrasi bagi penduduk republik ini. Bahkan sebelum lengser, soeharto pernah bertanya, "Apakah Kalian siap dengan Demokrasi?", bukan tanpa alasan Soeharto khawatir akan penerapan sistem Demokrasi, karena dalam demokrasi terdapat kebebasan berpendapat, Kebebasan berpendapat inilah yang dikemudian hari bisa menjadi Kebebasan bertindak (Anarkisme).

Yang perlu kita ingat adalah Fenomena Tawuran pertama kali muncul setelah Soeharto lengser atau biasa disebut dengan Reformasi. Pergolakan politik dan sosial ketika era reformasi di jakarta seperti kerusuhan mei, tragedi trisakti dan semanggi menjadi tontonan pelajar sehari-hari. Hasilnya, kekacauan di jakarta merasuki para pelajar dan perlahan membentuk para pembunuh berseragam sekolah.